BEIJING - Mantan petinju juara kelas berat dunia Evander Holyfield yakin kegagalan Timnas Amerika Serikat (AS) di Olimpiade Beijing 2008 hanya karena uang.
Sebelumnya Holyfield telah memprediksi AS akan mendapat tiga emas. Namun baginya, hanya Deontay Wilder lah yang mampu bertahan dalam pertandingan.
"Mereka tidak melakukannya dengan baik," ungkap peraih medali perunggu di Olimpiade Los Angeles 1984 itu seperti dilansir AP, Rabu (20/8/2008).
"Kami harus memperketat program kelas amatir. Setidaknya kami bisa tampil lebih baik empat tahun mendatang," tambahnya.
"Masalahnya, semua itu kini terkait dengan uang. Mereka bertanding demi uang. Anak-anak hanya diperintah bertanding dan menjadi profesional. Medali tidaklah penting. Manajer tak mau anak-anak meraih emas karena harus membayar lebih pada mereka," beber Holyfield.
Holyfield memenangkan lebih 150 penghargaan amatir sebelum terjun ke kelas profesional 1984. Dirinya kemudian disejajarkan dengan para pesohor Amerika yang meraih emas Olimpiade seperti Oscar De La Hoya, Muhammad Ali dan George Foreman.
"Sekarang, mengapa juara dunia cepat sekali berganti? Ini akibat mereka tidak tahu bagaimana merubah gaya bertanding mereka. Kelemahanmu adalah saat menjadi profesional Anda enggan bertarung dengan petinju yang tidak setipe. Padahal tinju amatir jauh lebih berat. Anda harus siap bertarung dengan siapapun," lanjutnya.
"Petinju tanpa bekal amatir yang bagus, sama halnya dengan tidak bersekolah," pungkasnya.
Tampilkan postingan dengan label OLIMPIADE BEIJING 2008. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OLIMPIADE BEIJING 2008. Tampilkan semua postingan
20 Agustus 2008
TAK MENANG, DU TOIT UKIR SEJARAH
BEIXIAOYING TOWN, CHINA - Natalie du Toit memang tidak memenangkan nomor renang di Olimpiade Beijing 2008, Rabu (20/8/2008). Dirinya pun gagal mencapai garis finish dengan perolehan waktu yang diharapkannya.
Du Toit finish di tempat ke 16 usai bertanding di nomor 6.2 mil. Namun, dengan catatan waktu 2 jam 49.9 detik, dirinya jauh lebih baik dari sembilan atlet lainnya. Bahkan lebih cepat dari atlet AS 16 tahun, Chloe Sutton. Sedangkan medali emas diraih Larisa Ilchenko dari Rusia."Saya telah berusaha semaksimal mungkin. Saya tidak terlalu senang dengan hasil ini, tapi saya akan kembali 2012 nanti," ungkapnya seperti dilansir Associated Press, Rabu (20/8/2008).
Meski tak menang, du Toit berhasil mengukir sejarah Olimpiade. Dialah atlet renang Olimpiade pertama dalam kurun waktu 56 tahun terakhir dengan kaki teramputasi. Toit lolos kualifikasi Olimpiade saat berhasil finish di tempat keempat dalam kejuaraan dunia di Spanyol tahun ini.
Sementara Ilchenko tak henti memuji saingannya itu. "Kompetisi ini tidaklah mudah. Saya sangat bangga padanya. Dia inspiratif," katanya.Toit tidak hanya mendapat pujian dari para pesaingnya. Peraih perunggu nomor kano dan dayung Cassandra Patten menyatakan, "Dia adalah contoh yang mengagumkan."
Du Toit finish di tempat ke 16 usai bertanding di nomor 6.2 mil. Namun, dengan catatan waktu 2 jam 49.9 detik, dirinya jauh lebih baik dari sembilan atlet lainnya. Bahkan lebih cepat dari atlet AS 16 tahun, Chloe Sutton. Sedangkan medali emas diraih Larisa Ilchenko dari Rusia."Saya telah berusaha semaksimal mungkin. Saya tidak terlalu senang dengan hasil ini, tapi saya akan kembali 2012 nanti," ungkapnya seperti dilansir Associated Press, Rabu (20/8/2008).
Meski tak menang, du Toit berhasil mengukir sejarah Olimpiade. Dialah atlet renang Olimpiade pertama dalam kurun waktu 56 tahun terakhir dengan kaki teramputasi. Toit lolos kualifikasi Olimpiade saat berhasil finish di tempat keempat dalam kejuaraan dunia di Spanyol tahun ini.
Sementara Ilchenko tak henti memuji saingannya itu. "Kompetisi ini tidaklah mudah. Saya sangat bangga padanya. Dia inspiratif," katanya.Toit tidak hanya mendapat pujian dari para pesaingnya. Peraih perunggu nomor kano dan dayung Cassandra Patten menyatakan, "Dia adalah contoh yang mengagumkan."
BOLT LOLOS KUALIFIKASI 200 M
BEIJING - Usain Bolt menempati urutan pertama di babak kualifikasi nomor sprint 2x100 m, Senin (18/8/2008). Artinya, Bolt bisa mengikuti jejak prestasi Carl Lewis, 1984 silam.
Runner-up kejuaraan dunia tahun lalu ini berhasil mendahului kecepatan pelari Nikaragua Juan Zeledon empat langkah di depan. Dengan catatan waktu 20.64 detik Bolt memimpin pertandingan.
Tak hanya itu. Bolt juga dengan mudah mendahului juara bertahan Shawn Crawford dan peraih perunggu di nomor 100 m Walter Dix.
"Tak ada satu orang pun yang tak terkalahkan," komentar Crawford seperti dilansir Associated Press, Senin (18/8/2008).
Sebelumnya, atlet Jamaica ini telah mengantongi medali emas nomor 100 m dengan rekor spektakuler 9.69 detik, Sabtu (16/8/2008).
Pertandingan kualifikasi putaran kedua berlangsung sore ini. Sementara semifinal akan diselenggarakan Selasa (19/8/2008) dan final pada Rabu, (19/8/2008).
Runner-up kejuaraan dunia tahun lalu ini berhasil mendahului kecepatan pelari Nikaragua Juan Zeledon empat langkah di depan. Dengan catatan waktu 20.64 detik Bolt memimpin pertandingan.
Tak hanya itu. Bolt juga dengan mudah mendahului juara bertahan Shawn Crawford dan peraih perunggu di nomor 100 m Walter Dix.
"Tak ada satu orang pun yang tak terkalahkan," komentar Crawford seperti dilansir Associated Press, Senin (18/8/2008).
Sebelumnya, atlet Jamaica ini telah mengantongi medali emas nomor 100 m dengan rekor spektakuler 9.69 detik, Sabtu (16/8/2008).
Pertandingan kualifikasi putaran kedua berlangsung sore ini. Sementara semifinal akan diselenggarakan Selasa (19/8/2008) dan final pada Rabu, (19/8/2008).
DELAPAN EMAS, BUSH PUJI PHELPS
CRAWFORD, TEXAS - George W Bush jauh-jauh menelpon Michael Phelps dari Texas untuk memberikan selamat kepada atlet yang baru saja meraih medali emas kedelapannya di Olimpiade Beijing 2008, Minggu (17/8/2008).
"Dengan menaklukkan delapan medali, Anda bisa menaklukkan segalanya," ujar Bush seperti dilansir Associated Press, Minggu (17/8/2008).
Sementara, juru bicara Gedung Putih menyatakan Bush berinisiatif menelpon Phelps sendiri. Bersama istrinya Laura, Bush mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi Phelps.
Atlet 23 tahun tersebut mencatatkan sejarah baru. Phelps memenangkan emas kedelapannya sekaligus memecahkan rekor baru di nomor punggung 4x100 m.
Dengan keberhasilannya ini, Phelps sukses mencabut gelar Mark Spitz yang meraih tujuh emas di Olimpiade Munich 1972. Phelps juga sukses menambah rekor medalinya menjadi 14 mengalahkan Mark Spitz, Carl Lewis, Paavo Nurmi dan Larissa Latynina. Selain dua perunggu, dirinya mencatat enam emas dari Olimpiade Athena 2004.
"Dengan menaklukkan delapan medali, Anda bisa menaklukkan segalanya," ujar Bush seperti dilansir Associated Press, Minggu (17/8/2008).
Sementara, juru bicara Gedung Putih menyatakan Bush berinisiatif menelpon Phelps sendiri. Bersama istrinya Laura, Bush mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi Phelps.
Atlet 23 tahun tersebut mencatatkan sejarah baru. Phelps memenangkan emas kedelapannya sekaligus memecahkan rekor baru di nomor punggung 4x100 m.
Dengan keberhasilannya ini, Phelps sukses mencabut gelar Mark Spitz yang meraih tujuh emas di Olimpiade Munich 1972. Phelps juga sukses menambah rekor medalinya menjadi 14 mengalahkan Mark Spitz, Carl Lewis, Paavo Nurmi dan Larissa Latynina. Selain dua perunggu, dirinya mencatat enam emas dari Olimpiade Athena 2004.
18 Agustus 2008
DEDEH GAGAL, TAPI PECAHKAN REKOR NASIONAL
BEIJING - Sprinter Dedeh Erawati gagal menembus babak kedua nomor 100 meter gawang. Namun, dia sukses memecahkan rekor nasional (rekornas) atas namanya sendiri di National Stadium, Minggu (17/8/2008).
edeh berada di posisi ketujuh dari delapan sprinter di babak awal heat 5. Dia mencatat waktu terbaik 13,49 detik lebih baik ketimbang rekor yang dia buat dengan 13,74 di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2008, Kalimantan Timur.
Pelatih Pelatnas Olimpiade Atletik Indonesia Eni Nureni mengatakan, prestasi yang tidak buruk dari seorang Dedeh. Dia telah membuktikan mampu memecahkan target rekornas di Olimpiade 2008."Dia hanya kalah bersaing dengan sprinter negara lain yang memiliki kualitas lebih baik darinya. Saya menilai dia telah sukses di sini. Kami pun berharap dia akan terus memperbaiki rekor yang baru diraihnya," kata Eni yang membeberkan sprinter Jamaika Bridgitte Foster-Hylton dan Dawn Harper dari Amerika Serikat yang lolos kualifikasi.
edeh berada di posisi ketujuh dari delapan sprinter di babak awal heat 5. Dia mencatat waktu terbaik 13,49 detik lebih baik ketimbang rekor yang dia buat dengan 13,74 di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2008, Kalimantan Timur.
Pelatih Pelatnas Olimpiade Atletik Indonesia Eni Nureni mengatakan, prestasi yang tidak buruk dari seorang Dedeh. Dia telah membuktikan mampu memecahkan target rekornas di Olimpiade 2008."Dia hanya kalah bersaing dengan sprinter negara lain yang memiliki kualitas lebih baik darinya. Saya menilai dia telah sukses di sini. Kami pun berharap dia akan terus memperbaiki rekor yang baru diraihnya," kata Eni yang membeberkan sprinter Jamaika Bridgitte Foster-Hylton dan Dawn Harper dari Amerika Serikat yang lolos kualifikasi.
BANTING MEDALI, IOC COPOT GELAR ABRAHAMIAN
BEIJING - Pegulat Swedia Ara Abrahamian melakukan tindakan bodoh. Dia sengaja membanting medali perunggu yang diperoleh di cabang gulat Romawi 84 kg.Sikap buruk tersebut mengundang reaksi Komite Olimpiade Internasional (IOC). IOC langtsungt mencopot medali pegulat 33 tahun ini. Tidak ada peralihan medali ke atlet lain karena pegulat Turki Nazmi Avluca sebelumnya mendapat perunggu bersama Abrahamian, atau juara tiga bersama.
Alasan Abrahamian melakukan itu adalah rasa ketidakpuasan terhadap keputusan wasit. Dia tidak terima saat wasit meloloskan pegulat Italia Andrea Minguzzi ke final."Olimpiade ini merupakan momen terakhir saya. Jadi, saya ingin meraih gelar terbaik ketika memutuskan tampil di Beijing," ujar Abrahamian seperti dikutip AP, Minggu (17/8/2008).
Menurutnya ambisi itu akhirnya terganjal akibat keputusan wasit yang dinilai kurang relevan memberikan kemenangan kepada Minguzzi. Abrahamian menilai dirinya tampil lebih ofensif ketimbang pegulat Italia.
Di lain pihak, Minguzzi yang meraih emas, menyatakan kecewa dengan sikap yang rivalnya tersebut. "Keputusan sebuah pertandingan semua berada di wasit. Dia seharusnya dapat menunjukkan sikap sportivitas menerima kenyataan," cetus Minguzzi.
Alasan Abrahamian melakukan itu adalah rasa ketidakpuasan terhadap keputusan wasit. Dia tidak terima saat wasit meloloskan pegulat Italia Andrea Minguzzi ke final."Olimpiade ini merupakan momen terakhir saya. Jadi, saya ingin meraih gelar terbaik ketika memutuskan tampil di Beijing," ujar Abrahamian seperti dikutip AP, Minggu (17/8/2008).
Menurutnya ambisi itu akhirnya terganjal akibat keputusan wasit yang dinilai kurang relevan memberikan kemenangan kepada Minguzzi. Abrahamian menilai dirinya tampil lebih ofensif ketimbang pegulat Italia.
Di lain pihak, Minguzzi yang meraih emas, menyatakan kecewa dengan sikap yang rivalnya tersebut. "Keputusan sebuah pertandingan semua berada di wasit. Dia seharusnya dapat menunjukkan sikap sportivitas menerima kenyataan," cetus Minguzzi.
EMAS PUTRA MILIK NADAL
BEIJING - Rafael Nadal merebut medali emas Olimpiade Beijing 2008. Momen paling pas untuk menyambut titel baru Nadal yang baru terpilih sebagai petenis peringkat satu dunia.Hari ini merupakan hari pertama Nadal berhak memakai mahkota petenis peringkat satu dunia dengan menggeser Roger Federer. Nadal pun sukses merayakannya dengan mengalahkan Fernando Gonzalez di final Olimpiade. Nadal menang 6-3, 7-6 (2) dan 6-3. Kemenangan Nadal serasa lengkap, karena emas yang diraih Nadal juga merupakan yang pertama yang pernah diraih negaranya Spanyol dalam cabang tenis tunggal putra Olimpiade.
Sementara di laga final sebelumnya, duo Williams dari AS berhasil meraup emas ganda putri, setelah mengalahkan pasangan Spanyol Anabel Medina Garrigues dan Virginia Ruano Pascual.Petenis putri Elena Dementieva juga merupakan petenis yang mampu meraih emas di Olympic Green Tennis Center Beijing, Minggu (176/8/2008). Petenis putri asal Rusia itu sukses mengalahkan rekan senegaranya Dinara Safina yang berhak mengenakan medali perak.
"Saya tidak pernah berharap dapat medali-baik itu emas, perak atau perunggu. Tak dapat dipercaya. Bagi saya ini adalah momen terbaik sepanjang karir saya. Saya takkan melupakannya," ungkap Dementieva usai pertandingan seperti dilansir AP.
Rusia tampil luar biasa di tunggal putri. Sebelum emas dan perak disumbangkan Dementieva dan Safina, Vera Zvonareva juga menyumbangkan perunggu usai mengalahkan petensi tuan rumah Li Na.
INDONESIA GAGAL TAMBAH PERUNGGU
BEIJING - Indonesia gagal menambah koleksi perbendaharaan medali perunggu di cabang bulutangkis Olimpiade Beijing 2008. Ganda campuran Flandy Limpele dan Vita Marissa menyerah di tangan wakil tuan rumah.
Flandy/Vita batal merebut perunggu usai dikalahkan He Hanbin/Yu Yang 21-19, 21-17 dan 23-21 melalui satu perjuangan superkeras sepanjang 73 menit di BUT Gymnasium, Minggu (17/8/2008).
Sejak set pertama pertandingan memang sudah berlangsung dengan ketat. Baik Flandy/Vita maupun He/Yu saling tidak mau kehilangan angka.
Peraihan skor berjalan imbang hingga kedudukan sama kuat 19-19. Beruntung ketenangan yang dimiliki ganda Merah Putih membuat Flandy/Vita mampu menyelesaikan set pertama dengan keunggulan tipis 21-19.
Di set kedua, ganda Merah Putih sempat tertinggal jauh 6-0. Namun Flandy/Vita mampu menyusul hingga kedudukan sama 14-14. Dari sini perebutan angka kembali berjalan dengan ketat hingga akhir. Hanya saja pengembalian melebar Vita membuat pasangan China merebut set kedua dengan skor 21-17.
Perjuangan berlanjut di set penentuan. Angka demi angka diraih melalui perjuangan keras. Setelah sempat berbagi angka 12-12, kedua pihak bergantian mengumpulkan angka 13-13, 14-14, 15-15, 16-16, 18-18, 19-19 hingga deuce 20-20. Dari sini peruntungan China berubah. Indonesia harus menelan pil pahit setelah pengembalian Flandy dua kali keluar lapangan dan satu pengembalian Vita menyentuh net hingga China membungkus kemenangan 23-21.Harapan Indonesia untuk menambah perbendaharaan medali masih terbuka. Satu pertandingan final di BJUT Gym masih akan dimainkan melalui Nova Widianto/Liliyana Natsir yang akan menghadapi ganda Korea Lee Hyojung/Lee Yongdae.
Langganan:
Postingan (Atom)