Selamat datang di web-blog AIC Group. Terima kasih atas kunjungan anda di web-blog ini. Semoga seluruh informasi yang ada di dalam web-blog ini berguna untuk semua. Seluruh informasi yang ada dalam web-blog ini sifatnya umum dan diambil dari berbagai sumber. Bagi yang ingin menyumbangkan tulisan dan bermanfaat untuk semua, silakan hubungi admin. Jangan anggap tabu lagi untuk berbicara soal seks, sebelum anda sendiri mengalaminya sendiri.
Tampilkan postingan dengan label KELUARGA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KELUARGA. Tampilkan semua postingan

22 Juni 2011

POSISI BERCINTA DAPAT MENENTUKAN JENIS KELAMIN ANAK?

Mungkin sebagian orang ada yang percaya bahwa jenis kelamin anak bisa ditentukan oleh posisi saat bercinta. Namun dr Handrawan Nadesul punya pendapat yang berbeda.

Menurutnya, posisi saat bercinta tidak bisa menentukan jenis kelamin anak, baik itu pria maupun wanita. Karena sperma itu jumlahnya ratusan juta, ada sekira 600 sampai 700 juta, separuhnya Y dan separuhnya X. Cuma bedanya, sperma Y yang bikin anak laki-laki itu ringkih dan mudah mati, dibandingkan dengan sperma perempuan.

"Jadi lebih gampang membuat anak perempuan, karena kemungkinan jadi lebih besar, walaupun jumlahnya sama. Apalagi kalau suasana vagina lebih asam," jelas dr Handrawan Nadesul kepada okezone seusai mengisi acara talkshow di Sun Hope, Jalan Radio Dalam Raya No 2A, Jakarta Selatan, Sabtu (16/2/2008)

Menurutnya, wanita yang keputihan itu suasana vaginanya lagi asam, sehingga Y cepat mati. "Kalau ingin mendapatkan anak laki-laki, si perempuannya tidak boleh keputihan," jelasnya.

Untuk mengurangi keputihan sebenarnya dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan tertentu. Dr Handrawan menyebut wanita yang suka daging maka suasana vaginanya lebih basah, tetapi wanita yang suka sayur-sayuran suasana vaginanya lebih asam.

"Jika Anda ingin mendapatkan anak laki-laki, ya harusnya mengurangi sayuran agar suasana vagina lebih basah," tuturnya.

Sebelum mengakhiri pembicaraan dr Handrawan menambahkan, "Katanya kalau melakukan hubungan seksual pada saat subur (ovulasi), kemungkinan untuk mendapatkan anak laki-laki juga lebih besar, karena lendir pada waktu ovulasi lebih basah dan tebal, sehingga memudahkan sperma laki-laki aman sampai tujuan".

UBAH SUASANA BERCINTA MELALUI PENATAAN KAMAR

Suasana hati dapat diubah melalui penataan ruang yang pas. Salah satu hal yang dilakukan ialah melalui penataan suasana kamar yang diubah selaras tema. Untuk menyambut Valentine esok hari, tak ada salahnya mengubah tatanan ruang tidur Anda agar bisa menghadirkan suasana bercinta yang berbeda.

Dengan menciptakan ruangan yang terasa nyaman dan sensual, dengan sendirinya badan akan terasa lebih bergairah untuk acara bercinta. Gairah seksual pasangan pun dapat dibangkitkan dengan suasana kamar yang tertata rapi.

Menurut Dra Clara Istiwidarum K, MA, CPBC, psikolog dari Jagadnita Consulting, secara psikologis variasi nuansa bercinta memang perlu untuk selalu meremajakan cinta dengan pasangan. "Upaya itu memang senantiasa dilakukan oleh dua pihak agar senantiasa menguatkan cinta kasih pasangan. Karena segala sesuatu yang rutin biasanya terasa menjenuhkan, sehingga rentan akan godaan dari luar,"Â kata Clara yang dihubungi okezone melalui telepon genggamnya, Rabu (13/2/2008).

Menurutnya lagi, bagi Anda yang ingin mewujudkan ide mengubah penampilan kamar tidur ada beberapa kiat yang dapat ditempuh. Langkah pertama yang harus dilakukan ialah dengan menyingkirkan benda pengganggu seperti buku, majalah, dan surat-surat penting. Kalau kamar tidur Anda berantakan akan membuat bingung hingga merusak mood. "Bahkan bila di ruang tidur Anda terdapat meja kerja, sebaiknya hiasi dengan sesuatu yang sifatnya personal baik dari pasangan maupun diri Anda," imbuhnya.

Faktor lain yang tidak kalah pentingnya adalah rajin mengganti seprei yang diyakini dapat meningkatkan energi seksual Anda. Saat tidur, tubuh melepas energi yang diserap tempat tidur. Mengganti seprei berarti menggantikan energi dan menjaga tubuh agar tetap segar.

Bagi Anda yang ingin melakukan ritual bercinta yang nyaman, tak ada salahnya bila menggunakan penerangan kamar yang akan mendukung suasana berbeda. Untuk mengalami cinta yang menggetarkan, baiknya ada sedikit cahaya yang berwarna lembut.

Didukung penataan sentuhan khusus khas Valentine dengan peletakan rangkaian bunga mawar segar yang diletakkan di meja kecil sudut ruang. Buang dan gantilah dengan yang baru jika bunga sudah mulai layu. Bunga segar akan memberikan aura yang segar untuk badan Anda. Ini sangat penting karena dalam keadaan lelah, Anda tentunya ingin selalu segar kembali.

Masih menurut Clara, agar ambiance ruang terasa lebih menggairahkan tidak ada salahnya menghadirkan aromatheraphy yang akan membangkitkan suasana ruangan terasa lebih romantis. "Namun aromatheraphy yang dipilih harus berdasarkan pada kenyamanan masing-masing pasangan. Karena bila salah seorang tidak menikmatinya, akan merusak suasana bercinta Anda," ucapnya.

Meski penataan ulang kamar tidur menjadi salah satu varian penting dalam hubungan rumah tangga, tidak hanya langkah itu saja yang dapat ditempuh. Menurut wanita ramah ini, isi hati dapat diungkapkan dengan cara sederhana dalam bentuk pesan pendek atau short message service (sms), saling berkirim email foto-foto bersama atau janji makan malam berdua.

"Langkah lain yang tak kalah menariknya ialah melakukan hubungan seksual di tempat-tempat yang tidak lazim seperti dalam kamar mandi bahkan dapur," pungkasnya.

BILA ANAK BERTANYA SOAL SEKS

Sebagian besar orangtua merasa rikuh dan tidak mengerti kapan dan bagaimana harus memulai jawaban yang berkaitan dengan reproduksi, terutama di negara-negara Timur seperti Indonesia. Masih banyak orangtua beranggapan, membicarakan masalah seks, apalagi kepada anak-anak, adalah tabu, kotor, dan tidak pantas.

Hal tersebut diakui salah seorang psikolog kenamaan Prof Dr Sarlito W Sarwono Psi. Menurutnya, ada beberapa faktor penghambat pendidikan seksual pada anak antara lain seks masih tabu dibicarakan secara terbuka, orangtua tidak mempunyai pengetahuan yang tepat, merasa malu dan jengah membicarakan seks dengan anak. Mereka berharap anak akan belajar dan tahu sendiri.

Anakpun menjadi lebih banyak mendapatkan informasi terhadap hal-hal yang berhubungan seksualitas melalui program televisi, video games atau internet, bahkan dari bacaan seperti majalah.

"Sementara orangtua dan sekolah tidak mengajarkan anak-anak yang berkaitan dengan pendidikan seksual," ujar Sarlito dalam artikel Pendidikan Seks untuk Anak, Perlukah? yang dirilis Dancow Parenting Center.

Padahal, pendidikan seks kepada anak-anak bukan mengajarkan cara-cara berhubungan seks, namun lebih kepada upaya memberikan pemahaman kepada anak, sesuai dengan usianya. Terutama mengenai fungsi-fungsi alat seksual dan masalah naluri alamiah yang mulai timbul, bimbingan mengenai pentingnya menjaga dan memelihara organ intim mereka, di samping juga memberikan pemahaman tentang perilaku risiko-risiko yang dapat terjadi seputar masalah seksual.

Sarlito menegaskan, adalah wajar bila anak-anak bertanya tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan seks karena seksualitas memang berkembang sejak masa bayi, anak-anak, remaja, sampai dewasa. Perkembangan seksual pun tidak hanya menyangkut perkembangan fisik (fisikoseksual), melainkan juga psikis (psikoseksual).

Sarlito mengungkapkan beberapa pertanyaan yang sering dilontarkan oleh anak. Misalnya, anak berusia tiga tahun seringkali bertanya bagaimana ia lahir atau anak laki-laki berusia tiga tahun bertanya mengapa alat kelaminnya berbeda dengan adik perempuannya.

Kemudian saat anak berusia lima tahun, pertanyaannya juga akan berkembang cara berpikirnya. Beberapa pertanyaan yang biasanya dilontarkan anak usia 5-6 tahun antara lain mengapa mama memiliki dada yang lebih besar dari papa atau mengapa mama perutnya bisa besar jika ada adik di dalamnya.

Sebaiknya pertanyaan tersebut dijawab sesuai dengan usia anak. Sayangnya, reaksi orangtua seringkali mengabaikan pertanyaan anak tersebut seperti pura-pura tidak mendengar atau mengalihkan pembicaraan. Ada juga sebagian orangtua yang mengarang cerita untuk anak-anak seperti anak diantar burung bangau atau anak lahir dari pusar. Bahkan, tidak jarang anak dimarahi karena mengajukan pertanyaan semacam itu.

"Reaksi orangtua tersebut dapat mengakibatkan anak bertambah bingung atau semakin ingin tahu. Bisa jadi anak mencari sumber jawaban lain yang mungkin menyesatkan," tegas Sarlito.

Ahli Terapis Seksual dan Penulis buku Dr Ruth Talks to Kids: Where You Came From, How Your Body Changes, and What Sex Is All About Dr Ruth Wastheimer memberikan contoh yang dapat dilakukan orangtua saat menjawab pertanyaan anak-anak mengenai seks. "Setelah melihat seorang anak perempuan berbeda dengan dirinya, Jimmy, seorang anak laki-laki, bertanya kepada ibunya. Setelah berbicara canggung selama 10 menit mengenai perbedaan anak laki-laki dan perempuan kemudian ibunya bertanya mengenai hal lain yang ingin diketahui Jimmy," jelasnya. Â Â

Namun Jimmy justru bertanya mengenai hal lain yang tidak berhubungan dengan seks. Memang pada kasus ini, lanjut Dr Ruth, ibu Jimmy menjelaskan lebih banyak dari yang Jimmy ingin tahu. Meskipun demikian, banyak ahli yang tidak mempermasalahkan hal tersebut karena Jimmy memiliki orangtua yang mau mendiskusikan secara jujur tentang seks.

"Hal inilah kunci dari membentuk perilaku sesksual yang sehat," tegasnya.

21 Mei 2010

NGIDAM NORMAL, ASAL TIDAK BERLEBIHAN

Keinginan yang aneh-aneh alias ngidam sering terjadi saat perempuan hamil. Pada batas-batas tertentu, ngidam normal terjadi. Tapi bila sudah kelewatan, harus segera diatasi.

"Waktu saya hamil anak pertama, saya cuma mau makan junk food saja, nggak mau makan yang lain. Makanya waktu lahir, anak saya gemuknya minta ampun. Tapi sekarang pada kehamilan kedua, justru saya enek banget kalau makan junk food, jangankan makan, ngeliatnya saja sudah mau muntah," cerita Ika Purnama, 27.

Lain halnya dengan seorang ibu muda, Nisa Khaerullah, 23, yang mengandung anak pertama. Keinginan aneh-aneh pun sering dialaminya. Setiap hari dia meminta suaminya membelikan cokelat saat pulang kerja. Namun, cokelat itu tidak langsung dimakan, tetapi hanya disimpan. Tak hanya itu, Nisa malah pernah meminta suaminya untuk mencarikan baju yang persis seperti baju yang pernah dia lihat dipakai seseorang.

"Waktu itu saya lihat orang lain pakai baju bergambar rajawali, entah kenapa yang ada di pikiran saya, saya harus punya baju itu, dan saya memaksa suami saya untuk mencari. Alhamdulillah, akhirnya suami dapat juga, saya senang banget, dan untungnya juga suami ngertiin saya banget," ujar Nisa seraya kembali mengatakan bahwa bajunya pun lagi-lagi tidak digunakan, tetapi hanya disimpan.

Dua cerita ibu hamil tadi merupakan sedikit cerita unik saat alami kehamilan, terutama di kehamilan anak pertama. Ngidam, begitulah sebutan terhadap keinginan aneh-aneh yang dialami perempuan yang tengah mengandung. Dikatakan ahli obstetri dan ginekologi dari Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta Utara dr Boy Abidin Pot, bahwa saat wanita sedang hamil dan mengalami ngidam, itu adalah hal yang normal. Ngidam pun tidak hanya melulu soal makanan.

"Terjadi perubahan secara menyeluruh dan bertahap pada tubuh ibu hamil, di mana pengaruh perubahan hormonal yang paling dominan dan salah satunya menyebabkan ngidam," papar dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung ini.

Beberapa perubahan juga bisa terjadi pada saluran pencernaan dimulai dari mulut, lambung, usus, sampai anus. Dan, perubahan yang terjadi berbeda pada tiap ibu hamil dan tiap kehamilan.

"Perubahan yang dipengaruhi hormon tersebut bisa berupa mual-mual dan muntah, terutama pada pagi hari, atau menjadi cepat lelah dan mudah mengantuk, bisa saja dialami istri dengan tiba-tiba," ucap dokter yang pernah mengikuti kursus Gynecological Oncology Coorporation Indonesia-Belanda pada 2000.

Misalnya saja mungkin tiba-tiba meminta atau menginginkan sesuatu yang "aneh". Misal minta rambutan tengah malam dan bukan musimnya, atau mengelus-elus kepala seorang bapak yang tidak dikenal.

"Oleh sebab itu, penting sekali adanya keterlibatan para pria, sejak awal masa kehamilan, yang sudah pasti akan mempermudah dan meringankan pasangan dalam menjalani dan mengatasi berbagai perubahan yang terjadi pada tubuhnya akibat hadirnya janin di dalam perut sang istri," ujarnya.

Hal yang sama diungkapkan ahli obstetri dan ginekologi dari Jakarta Medical Centre, dr Dovy Djanas. Menurutnya, dalam masa-masa kehamilan, ngidam pun ada yang bersifat ke masalah psikologis seseorang. Misal wanita hamil yang saat sebelum mengalami kehamilan ini kurang perhatian. Oleh karena itu, tidak jarang jika saat hamil, dia minta macam-macam sampai pada meminta perhatian suami.

"Ngidam seperti inilah yang juga banyak terjadi pada wanita hamil, yaitu ngidam yang memengaruhi psikologisnya, dan itu bersifat individual. Berbeda dengan ngidam yang disebabkan karena pengaruh hormonal," papar dokter lulusan Universitas Andalas ini.

Ngidam menjadi salah satu proses alamiah dan merupakan proses yang normal. Namun, dikatakan tidak normal apabila mengalami ngidam yang terlewat parah.

Dokter yang juga menjadi konsultan di RSCM ini mengatakan, ngidam tidak bisa dikatakan normal apabila terjadi berlebihan, misal muntah-muntah sampai tidak bisa makan sehingga hanya bisa makan lewat infus. Dan jika sudah mengalami hal seperti itu, tidak hanya harus mendapat perhatian dari si ibu hamil, tetapi juga orang-orang terdekatnya.

"Dukungan serta peranan suami yang tepat, baik dan benar sangat membantu istri yang sedang hamil untuk menghadapi masa-masa, kehamilan terutama masa ngidam seperti ini," ujar Dovy dalam acara talkshow "Protection During Pregnancy" yang diadakan Nutricia, di Indonesia Maternity & Baby Expo JHCC beberapa waktu yang lalu.

Saat memasuki masa kehamilan, saat itu pulalah sang suami dan orang terdekat si wanita hamil harus mempersiapkan diri, termasuk mempersiapkan diri untuk turut mengatasi masa-masa ngidam sang istri.

KAMAR TIDUR TERPISAH, KUATKAN PERNIKAHAN?

Para peneliti asal Inggris menemukan cara termudah untuk menyelamatkan pernikahan, yakni memisahkan kamar tidur atau setidaknya ranjang. Bagaimana bisa?

Kesimpulan ini didapat berdasarkan hasil sebuah studi yang dibiayai oleh perusahaan Silentnight, produsen utama ranjang dan matras di Inggris.

Kajian menunjukkan hasil, tak sedikit pasangan tidur di kamar terpisah. Tempat terbatas bukan satu-satunya alasan. Tapi, kebiasaanlah yang memainkan peran penting. Nyatanya, tujuh dari seratus pasangan dalam proses perceraian mengaku kurang tidur saat harus berbagi satu tempat tidur. Demikian seperti dilansir Genius Beauty.

Para peneliti mencatat, wanita biasanya bertindak sebagai penggagas untuk menggunakan ranjang terpisah. Tindakan ini diambilnya karena mereka merasa menjadi pihak yang kurang diuntungkan dibandingkan suami dan anak-anak.

Menurut the National Sleep Foundation, 23 persen pasangan menikah tidur dalam kamar tidur terpisah, seperti masyarakat pada era Victorian. Para ahli percaya, dalam 5-6 tahun ke depan, angkanya akan mencapai 60 persen.

Tidur dalam kamar terpisah cenderung meningkatkan hubungan, menciptakan mood baik, dan mendorong efisiensi kerja. Ditemukan pula fakta bahwa tidur dalam kamar terpisah pada masa-masa kritis kehidupan pasangan bisa memicu perbaikan hasrat seksual.

"Penting untuk memilih jarak yang tepat. Jika jarak Anda dan pasangan terlalu jauh, salah satu dari Anda ataupun keduanya akan berpikir bahwa pasangan bisa dengan sempurna hidup tanpa suami atau istri," kata psychotherapist dan psychiatrist Raffaele Morelli.

Ini artinya, pasangan muda modern selayaknya memilih ukuran dapur atau ruang keluarga yang tepat saat membeli atau membangun rumah. Tujuannya agar ruangan kamar tidur bisa lebih besar.

Penelitian ini tak ayal mengundang kontroversi sebab tak sedikit peneliti yang memperingatkan, tidur terpisah bisa memicu penurunan hasrat seks.

01 September 2009

MENYIKAPI PUBERTAS ANAK

Proses tumbuh-kembang anak pasti melalui masa pubertas.Ketika hormon berubah, fisik dan psikis anak pun berubah. Bagaimana menyikapinya?

Setiap orangtua yang punya anak remaja tentu pernah merasakan perubahan fisik dan perilaku putra- putrinya manakala memasuki periode pubertas.

Masa puber berlangsung antara usia 12?18 tahun yang diawali prapubertas, yakni peralihan dari akhir masa kanak-kanak ke masa awal pubertas. Pada fase ini, anak biasanya menunjukkan sikap tidak suka diperlakukan seperti anak kecil lagi dan mulai tumbuh sikap kritisnya. Dalam hal fungsi tubuh, anak mencapai titik kematangan tertentu.

Untuk wanita ditandai menstruasi, payudara membesar, tumbuhnya rambut kemaluan dan rambut ketiak, pertumbuhan badan, dan muka yang rawan berjerawat. Anak wanita umumnya mengalami hal ini pada rentang usia 7?13 tahun. Sementara anak laki-laki biasanya kejadiannya lebih lambat, sekitar usia 10?14 tahun.

Adapun ciri yang khas adalah mimpi basah, perubahan suara, rambut di badan, dan jakun yang mulai tumbuh. Masa pubertas umumnya terjadi pada usia 14?16 tahun dan merupakan awal masa remaja. Secara alamiah, seseorang yang memasuki masa pubertas akan mengalami sejumlah perubahan, yang antara lain disebabkan perubahan hormon yang kemudian memengaruhi fungsi otak.

"Selain untuk berpikir, otak merupakan pusat bahasa dan emosi. Rasa marah, bahagia, putus asa, malas, meledak-ledak, tidak punya inisiatif, juga dipengaruhi fungsi kerja otak. Pada anak yang sedang puber, aspek emosional biasanya sangat berperan terhadap perubahan perilaku," kata psikolog Tika Bisono.

Adapun beberapa perubahan perilaku yang biasanya dialami anak puber di antaranya cemas dan bingung dengan perubahan fisik, lebih memperhatikan penampilan, sikap yang tidak menentu atau plinplan, dan suka berkelompok atau membentuk gank bersama teman sebaya atau senasib. Jika tak disikapi dengan bijak, perubahan pada "si anak puber" tak jarang menjengkelkan orangtua sehingga timbullah konflik.

Baik berakar dari egositas anak yang memang sedang tinggi-tingginya maupun ketidaksabaran dan kekurangpahaman orangtua akan aspek perubahan fisik dan emosional anak. Diena Haryana dari Yayasan Sejiwa mengemukakan, salah satu hal yang sering kali jadi masalah adalah ketika anak ingin mengajak orangtuanya pergi bersama.

"Maunya si anak yang mengatur waktu, padahal terkadang pada saat bersamaan orangtua juga punya kesibukan lain. Ini sering kali jadi bahan ngotot-ngototan antara anak dan orangtua. Untuk itu, perlu disikapi dengan bijak," tandasnya.

Perlu Siasat

Pubertas sebagai salah satu tahap perkembangan sebenarnya bisa "dipersiapkan" sejak dini. Artinya, bekal fisik dan mental bisa ditanamkan perlahan dan dibiasakan pada setiap tahap perkembangan anak sebelum memasuki masa puber.

"Yang harus dipertimbangkan oleh orangtua sejak anak lahir, adalah bahwa setiap anak punya 'tugas' atau 'target' yang perlu dicapai pada setiap tahap perkembangan. Selain nature (faktor gen/keturunan), aspek nurture seperti pendidikan luar dan adaptasi juga berperan penting," ujar Tika Bisono.

Sayangnya, lanjut dia, keseimbangan antara kedua aspek tersebut (nature dan nurture) sering kali tidak tercapai. Akibatnya, target pada satu fase perkembangan tidak tercapai dan terbawa ke fase perkembangan berikutnya.

"Itu sebabnya ada anak yang matang terhadap satu hal, tapi tidak matang terhadap hal lain. Untuk itu, pendidikan harus direncanakan. Itu solusinya," ungkapnya.

Ketika anak beranjak puber, perbedaan pendapat dengan orangtua kerap jadi sumber masalah. Orangtua seharusnya jangan menganggap perbedaan itu sebagai bentuk pembangkangan si anak, melainkan pengayaan pikiran.

"Orangtua sering kali rese kalau anak remajanya berbeda.Akibat tidak sejalan dengan mindset orangtua, sering kali cara berpikir anak yang berbeda dianggap aneh atau absurd oleh orangtuanya. Padahal, perbedaan harus berkembang dan dihormati. Luangkan waktu untuk mendengarkan dan menjelaskan dengan sabar," urai Tika.

Membangun kredibilitas dan reliabilitas juga penting dilakukan orangtua. Ini juga tugas yang cukup berat dan kerap terabaikan. Contoh kecil, anak biasanya tidak suka kalau rahasianya disebarluaskan, atau kalau orangtua masuk kamar, lalu membaca diary si anak.

Jika sudah tahu demikian, jangan lakukan dan hormati privasinya sehingga si anak juga akan belajar menghargai privasi orang lain, termasuk orangtuanya.

"Membangun kepercayaan adalah salah satu tugas sulit. Triknya, orangtua harus mau belajar. Sejak kecil, tunjukkan sikap peduli dan biasakan ngobrol dengan anak. Boleh saja ingin tahu, tapi bukannya ngeresein," tegasnya.

Tak kalah penting, sambung Tika, adalah soal waktu. Sering kali anak marah-marah karena orangtua hanya punya sedikit waktu untuknya. Setidaknya, tunjukkan bahwa orangtua berupaya memperjuangkan waktu untuk anaknya. Dengan demikian, bisa terwujud rasa saling toleransi dalam hubungan orangtua-anak.

Sementara itu, menurut Diena Haryana, orangtua harus sadar bahwa masa puber pada anak adalah saat-saat penting dalam upaya menghantarkan kedewasaan anak. Untuk itu, kasih sayang dan sikap respek terhadap orang lain perlu ditanamkan dan ditunjukkan orangtua sebagai panutan.

"Kalau orangtuanya saja tidak respek, bagaimana anak bisa punya respek terhadap orang lain," ujarnya.

Kesabaran orangtua dalam menjelaskan dengan bahasa yang halus juga diperlukan, terutama ketika anak timbul sikap ego dan otoriternya. Jangan sampai orangtua terpancing ikut-ikutan emosi yang akhirnya bisa berbuah konflik.

"Jelaskan dengan bahasa lembut tapi tegas. Artinya tidak membentak, tidak memakai kata-kata yang tajam, dan tetap penuh kasih," sarannya.

Sikap membanding-bandingkan, menyalahkan (blaming), terlalu menggurui, atau menasihati sebaiknya juga dihindari, sebab bisa memprovokasi emosional anak. "Ganti dengan menawarkan solusi, saran, atau pilihan. Selain itu, jika orangtua bersalah, jangan sungkan meminta maaf," pungkas Diena.

23 Agustus 2009

BUTUH KREATIVITAS ORANG TUA

Untuk mencerdaskan anak, berbagai cara dilakukan orangtua. Salah satunya adalah memasukkan mereka ke sekolah (preshool) sejak masih balita.

Namun, ternyata hal tersebut tidak perlu dilakukan karena orangtua bisa mengasuh dan tetap bisa mencerdaskan anak walaupun di rumah. Untuk ibu yang mendidik anaknya di rumah, dapat menggunakan cara-cara kreatif yang menstimulasi si anak.

"Cari alat stimulasi yang mudah. Misalnya menstimulasi bunyi-bunyian dari peralatan kaca, atau menggunakan jari-jari tangan untuk berkomunikasi dengan cara unik, lucu, dan menarik bagi anak," tutur psikolog anak, Dr Rose Mini AP Mpsi.

Dia juga menuturkan bahwa pada dasarnya bagi anak-anak, bermain merupakan suatu kegiatan yang disenangi anak tanpa adanya keterpaksaan, dan merupakan cara belajar yang paling alami serta dapat mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak.

Sebuah penelitian membuktikan bahwa orangtua yang melatih anak dengan bermain, maka informasi yang masuk dapat mencapai 80 persen. Namun bila dipaksa, informasi tidak akan masuk karena seperti ada tirai yang menghalanginya masuk.

"Pada dasarnya bagi anak-anak, bermain merupakan cara belajar yang paling alami serta dapat mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak," jelas Romi.

Mengembangkan seluruh aspek perkembangan pada anak tersebut bisa dilakukan di rumah ataupun di sekolah. Dengan mendidik anak di rumah, semua hal yang diterapkan pada anak, walaupun tidak dilakukan langsung oleh orangtua, hendaknya harus di bawah perintah atau pengawasan orangtua.

"Jika sang ibu kreatif dan punya banyak waktu untuk menstimulasi pertumbuhan anak di rumah, ngapain dimasukkan ke preschool?," tutur Romi.

Untuk itu, seorang ibu berperan penting dalam memilih sekolah atau preschool yang bisa dijadikan tempat bermain anak sekaligus tempat belajar yang menyenangkan. Namun, ternyata preschool itu bukanlah suatu kewajiban yang harus dilakukan orangtua agar anaknya tumbuh menjadi cerdas.

"Enggak ada sekolah buat orangtua. Orangtua harus kreatif dan banyak mencari informasi tentang tumbuh-kembang anak. Orangtua harus mau susah, jangan menganggap memasukkan anak ke preschool dapat meringankan tanggung jawabnya, karena bisa bahaya," paparnya.

Romi menjelaskan, sang ibu bisa saja memberikan suasana preschool di dalam rumah, asalkan sang ibu kreatif. Jadi, ibu tidak perlu repot memasukkan anak ke preschool. Beberapa hal yang dikhawatirkan pun tidak terjadi, seperti ketika orangtua menjadi lepas tangan pada persoalan anak selama anak berada di luar rumah. Selain itu, bila sistem yang diterapkan di sekolah tidak sama dengan sistem di rumah, anak bisa bingung.

"Boleh saja memasukkan anak ke preschool sejak batita, asalkan tidak membuat anak jenuh. Usahakan mereka lebih banyak bermain, karena dengan bermain informasi akan lebih cepat masuk ke otak," pesannya.

SUDAHKAN ANAK ANDA PUNYA CITA-CITA?

Setiap orang berhak punya cita-cita yang mencerminkan keinginan, harapan, dan perwujudan prinsip. Walau kerap berubah, biarkan anak Anda memiliki cita-cita. Seperti apa cita-citanya? Menjadi dokter, guru, polisi, insinyur.

Demikian jawaban standar yang kerap dilontarkan ketika anak ditanyai tentang cita-citanya. Umumnya anak-anak usia TK dan awal SD belum paham betul makna cita-citanya. Ada yang sekadar ikut-ikutan temannya, ingin seperti orangtuanya, atau karena kagum pada tokoh atau figur profesi tertentu.

Sebagai contoh, anak yang ingin menjadi musisi atau pelukis mungkin dikarenakan orangtuanya juga seorang musisi atau pelukis; anak yang bercita-cita menjadi guru atau dokter karena menganggap guru itu pintar dan dokter itu bisa menyembuhkan penyakit; atau anak yang ingin menjadi polisi atau insinyur sebab menurutnya polisi itu gagah, sedangkan insinyur bisa membangun gedung-gedung tinggi.

Ya, cita-cita anak kerap dipengaruhi persepsinya terhadap profesi tersebut, jadi jangan heran bila selalu berubah-ubah. Satu waktu bilang ingin jadi dokter, lain kali ngebet ingin jadi astronot misalnya.

Walaupun persepsi sangat berperan, ada banyak hal yang dapat memengaruhi cita-cita si anak. Sinetron, band dan tren kontes menyanyi misalnya, mungkin berimbas pada keinginan anak untuk menjadi artis, penyanyi, atau rock star yang menurutnya keren. Tak dimungkiri lingkungan turut berpengaruh terhadap cita-cita anak.

Terlepas dari cita-cita anak yang bisa jadi di luar dugaan, orangtua tetap harus menghargai cita-cita anaknya. Kalaupun si anak belum punya cita-cita, orangtua bisa membantu memacu atau mendorong anak menumbuhkan cita-citanya. Menurut psikolog keluarga dari Jagadnita Consulting,Clara Istiwidarum Kriswanto, cita-cita sangat penting ditumbuhkan, karena dapat menjadi motivator untuk anak dalam mempelajari sesuatu.

"Seorang anak dengan cita-cita yang jelas akan lebih termotivasi untuk mengembangkan diri dibanding anak yang tidak tahu mau jadi apa atau tidak punya cita-cita," ujarnya.

Dalam membantu mengenali cita-cita anak, orangtua perlu mengenal kemampuan dan profesi anak yang sesungguhnya, sehingga cita-cita tersebut realistis dapat diwujudkan. Tujuannya adalah demi masa depan anak, sehingga perlu sesuai kemampuan anak, bukan asal mengikuti keinginan orangtua. Clara mengingatkan, mengarahkan itu perlu tapi jangan sekali- kali memaksakan.

"Sekali lagi ini adalah cita-cita anak, maka orangtua perlu realistis akan kemampuan anak, apakah anaknya tergolong cerdas, rata-rata, atau bahkan kurang. Semua dapat dikembangkan seoptimal mungkin asal orangtua tidak bersikap memaksa," tegasnya.

Hal senada dikemukakan pakar pendidikan Ella Yulaelawati. Menurut dia, kecerdasan hanyalah perihal perbedaan kadar, yang terpenting adalah bagaimana menangkap dan mengembangkan potensi yang ada pada masing-masing anak.

"Anak adalah anak. Pada dasarnya, tidak ada anak yang tidak mampu. Perbedaan mungkin disebabkan pengalaman belajarnya yang berbeda. Untuk itu, orangtua maupun guru di sekolah sebaiknya memberikan pengalaman belajar yang lebih kaya," saran Ella.

Kenali Beragam Profesi

Dalam membantu mengembangkan cita-cita anak, orangtua bersama anak-anaknya juga perlu mengembangkan wawasan seluas-luasnya. Semua profesi perlu dikenali sehingga anak dapat mengembangkan minat ke arah tersebut.

Misalnya bahwa profesi atau pekerjaan itu bukan hanya dokter, insinyur, guru, melainkan ada juga chef atau juru masak, model, ilmuwan, wirausaha, penari, pemahat, pematung. Dengan memperluas wawasan tentang pekerjaan dan profesi tersebut, anak akan terbantu mengembangkan keterampilan dasar yang berkaitan dengan profesi-profesi tersebut.

"Dengan demikian, orangtua dapat senantiasa menyemangati anak: ?Katanya mau jadi dokter, itu kan perlu rajin belajar, teliti, tidak penakut, menjaga kebersihan dan kesehatan. Ayo, semangat! supaya cita-citamu tercapai," saran Clara, mencontohkan.
Sekolah jelas berperan dalam membantu proses terwujudnya cita-cita anak. Mengingat beragamnya cita-cita masing-masing anak,maka program-program yang dijalankan di sekolah hendaknya bersikap apresiatif terhadap perbedaan itu, serta memiliki wawasan dan visi ke depan yang jelas. Sehingga kelak lulusannya tak hanya cerdas, juga mapan.

"Perlu totalitas dalam mendidik anak seutuhnya supaya bisa mapan. Mapan di sini tidak harus berarti bisa mencari uang sendiri, melainkan kecakapan hidup untuk menjalankan kehidupan seharihari, belajar mandiri dan bertanggung jawab, tidak membantah orangtua, dan tahu apa yang dilakukannya," urai Ella.

Dalam menggapai cita-cita, lanjut Ella, anak juga perlu dilatih bahwa jatuh-bangun adalah hal wajar yang mungkin bakal dialaminya. Cita-cita tak harus muluk-muluk dan tidak ada salahnya memiliki cita-cita lebih dari satu. Dengan begitu, jika salah satu cita-citanya gagal, dia masih punya cita-cita atau harapan lainnya yang ingin diwujudkannya.

Perlu diingat juga bahwa orangtua sebagai fasilitator atau pendamping hendaknya bersikap demokratis dan tidak menggurui, tahu saatnya anak harus diatur atau dikendalikan, serta menjadi contoh (role model) yang baik bagi anak-anaknya.

"Keterbukaan bisa menjembatani perbedaan persepsi antara orangtua dan anak. Jangan lupa juga senantiasa berdoa untuk cita-cita sang anak," pungkas Ella.

21 Agustus 2009

DAMPAK POSITIF INTERNET BAGI SI KECIL

Internet tak selamanya berdampak buruk bagi anak. Dengan batasan-batasan tertentu, internet akan membuat anak memiliki wawasan yang lebih luas.

Bermain game dan surving di dunia maya sudah menjadi kegiatan Ivander Alexius, 13, setiap hari setibanya dari sekolah. Dimulai pukul 2 siang sampai pukul 4 sore, Ivan sibuk sendiri. Bagi Ivan, internet sudah menjadi kesehariannya saat ini. "Aku suka main game depan komputer, kadang aku juga buka-buka Facebook yang sudah kupunya dari aku lulus SD kemarin," papar anak yang baru saja memasuki kelas 1 SMP ini.

Internet bukanlah sesuatu yang asing lagi bagi setiap orang. Hampir setiap saat, komunikasi tersambung dengan internet terutama mereka yang sudah bekerja. Bahkan pada zaman sekarang ini, anak-anak pun lihai bermain internet. Dalam suatu hasil riset terbaru dari Symantec, perusahaan keamanan jaringan dan antivirus Norton, menunjukkan bahwa orangtua ratarata menghabiskan waktu 89 jam dalam sebulan di internet. Sementara anak-anak juga sangat tinggi tidak kurang dari 39 jam sebulan.

Riset yang digelar di 12 negara maju di seluruh dunia seperti Amerika Serikat, Inggris, Swedia, sampai China ini juga menyebutkan bahwa satu dari lima anak yang berselancar di internet, ternyata gemar mengunjungi situs porno dan situs-situs terlarang lainnya. Anak-anak tersebut diketahui berumur di bawah 15 tahun.

Dalam menyikapi hal tersebut, psikolog anak dari Universitas Atmajaya Jakarta Fabiola P Setiawan mengatakan bahwa setiap anak boleh bermain internet, tetapi harus atas izin dari orangtua. "Tidak salah kok membiarkan anak bermain internet. Internet itu untuk membuka cakrawala dunia," tandasnya. Selain itu, sebelum anak-anak asyik berjam-jam main internet, orangtua pun harus menerapkan "do and donts to do", di mana peraturan itu dibuat oleh orangtua. "Jadi sebelum orangtua mengizinkan, harus ada peraturannya terlebih dahulu," ujar Feby, sapaan akrab Fabiola.

Feby menjelaskan, tidak ada batasan umur bagi anak-anak yang boleh mengakses internet. Karena jika dilihat berdasarkan fungsinya, anak-anak juga butuh internet. Fungsinya tersebut pun bermacam- macam, seperti untuk mengerjakan tugas, iseng membuka situs untuk menambah pengetahuan, atau sekadar membuka permainan komputer.

"Anak-anak sekarang jam sekolahnya padat, dan pulang dibekali dengan tugas yang menumpuk. Di sini internet bisa memperingan kerja anak, sehingga orangtua pun memperbolehkan membuka internet untuk memudahkan mereka mengerjakan tugas," ucap psikolog lulusan Universitas Atmajaya ini.

Untuk anak-anak yang ingin mengakses internet, sebaiknya dilakukan di bawah pengawasan orangtua. Baik itu mengerjakan tugas sekolah maupun hanya bermain gamedi rumah. "Siapa pun itu orangnya, entah orangtua, kakak atau pengasuh di rumah, jika anak sedang berinternet, harus ada yang mendampingi," papar psikolog yang menyelesaikan program S-2 di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Saat anak berinternet pun, orangtua diperkenankan untuk menunjukkan rasa ketertarikannya pada apa yang dilakukan anak. Misal bertanya, apa yang tadi anak buka, apa saja yang mereka lihat. "Dari sini anak menjadi terbuka dan tidak menyembunyikan apa saja yang mereka dapat di internet," jelas psikolog satu anak ini.

Masih dikatakan olehnya, yang perlu diwaspadai adalah jangan sampai kegiatan membuka situs internet ini mengganggu aktivitasnya yang lain, seperti mengganggu jadwal les, mengganggu kegiatan beraktivitas bersama anggota keluarga yang lain, atau mengganggu jam belajarnya. "Jangan biarkan anak kecanduan pada internet dan jangan biarkan internet menjadi dampak yang negatif baginya," tandasnya.

Feby berpesan, ketika orangtua mengizinkan anak bermain internet, jangan lupa untuk mengunci situs- situs tertentu yang berhubungan dengan situs orang dewasa, mendampingi mereka, dan mengingatkan anak untuk boleh membuka situs yang diperlukan saja. "Ingat, negosiasi di awal itu penting," pesannya.

24 Mei 2009

ATASI KULIT KERING DENGAN MASKER ALPUKAT

Wajah adalah aset. Bagian itulah yang selalu diperhatikan orang. Bahkan mungkin ukuran penilaian. So, Anda pasti tak mau dibilang tak cantik, apalagi berantakan, karena kulit wajah yang kering dan berflek hitam kan? Coba saja kombinasi masker alpukat dan totok wajah.

Akhir-akhir ini makin banyak perempuan yang lebih senang melakukan perawatan wajah secara alami. Salah satunya adalah dengan menggunakan masker alpukat. Berbeda dengan masker pada umumnya, perawatan dengan masker alpukat ini dikombinasikan dengan totok wajah. Pijatan dengan teknik khusus di seluruh wajah untuk mengaktifkan titik-titik saraf wajah.

Tekanan atau pijatan itu membuat aliran darah di wajah menjadi lebih lancar, sehingga wajah terlihat kencang, segar, halus, dan bersih. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, wajah diberikan masker alpukat. "Dengan totok pada wajah dan dilanjutkan dengan masker alpukat, hasilnya wajah akan terlihat lebih cerah dan segar," kata Rini, pemiliki Griya Aura yang terletak di daerah Jakarta Timur ini.

Menurut Rini, buah alpukat yang dijadikan sebagai masker ini memberikan manfaat yang lebih. Buah ini, yang mengandung zat asam amino dan vitamin, dapat mencegah penuaan dini dan mengatasi masalah kulit wajah seperti kering dan flek hitam. "Alpukat yang dijadikan sebagai masker ini memberikan manfaat yang lebih. Buah ini, yang mengandung lemak yang baik untuk kulit wajah kering dan flek-flek hitam," jelasnya.

Kandungan Alpukat

Alpukat atau avokad berasal dari bahasa Aztek yaitu ahuacatl. Buah ini memang berasal dari daerah tempat suku Aztek berasal, yaitu di daerah Amerika Tengah dan Meksiko. Awalnya buah ini mulai diperkenalkan oleh Martin Fernandez de Enrico, salah seorang pemimpin pasukan Spanyol, kepada orang-orang Eropa. Sejak itulah, buah alpukat mulai disebar.

Alpukat memiliki kandungan nutrisi yang tinggi. Alpukat setidaknya mengandung 11 vitamin dan 14 mineral yang bermanfaat. Alpukat kaya akan protein, vitamin E, vitamin A, riboflavin (vitamin B2), niasin (vitamin B3), potasium (kalium), dan vitamin-vitamin ini berguna untuk menghaluskan kulit. Campuran vitamin E dan vitamin A berkhasiat dalam perawatan kulit karena perawatan kulit karena kombinasi keduanya membuat kulit menjadi kenyal, menghilangkan kerut, membuat kulit terlihat muda dan segar.

Selain itu, alpukat juga mengandung asam oleat yang merupakan antioksidan yang sangat kuat yang dapat menangkap radikal bebas pada wajah akibat polusi. Antioksidan akan mengikat radikal bebas sehingga mencegah timbulnya penyakit dan menunda proses penuaan pada wajah. "Setelah menggunakan masker alpukat, kulit wajah yang kering akan terlihat segar dan cerah," kata Rini.

Selain melembapkan kulit wajah yang kering, juga mencerahkan kulit wajah," terangnya. Jika ingin tampil cantik dengan cara mudah dan aman, tidak ada salahnya mencoba masker alpukat. Campuran dari alpukat dan susu sapi asli dapat menghilangkan flek-flek hitam pada wajah. "Flek-flek hitam pada wajah akan berkurang setelah ditotok dan dimasker dengan masker kombinasi alpukat dan susu sapi asli," jelas Rini.

Berikut ini beberapa tahap perawatan dengan masker alpukat:

Pembuatan masker
Ambil satu buah alpukat yang tidak terlalu matang. Belah menjadi dua bagian, lumatkan, dan tambahkan susu sapi asli.

Totok wajah
Sebelum wajah dibersihkan, lakukan totok pada titik-titik saraf di wajah selama kurang lebih 5 menit.

Pembersihan
Setelah itu, bersihkan wajah dengan cleaansing milk. Kemudian, angkat dengan spons yang telah dibasahi dengan air hangat.

Pemberian masker
Selanjutnya, usapkan masker alpukat pada wajah. Caranya, tarik kuas ke arah atas. Cara ini berguna untuk mengencangkan kulit wajah yang sudah mengendur.

Pengangkatan masker
Setelah masker diratakan, diamkan selama kurang lebih 15 menit. Lalu angkat dengan spons yang telah dibasahi dengan air hangat. Gunakan masker alpukat ini minimal satu hari sekali untuk mendapatkan wajah yang segar, cerah, dan lembap.


MITOS SEPUTAR ARI-ARI

Anggapan bahwa ari-ari merupakan saudara kembar dari si bayi sah-sah saja. Mitos ini muncul karena sepanjang sejarah kehamilan, ari-ari (plasenta) selalu mendampingi sang janin. Jadi, sebenarnya bayi berharap banyak dari "teman seperjuangannya" selama dalam kandungan ibu, sebagai sumber makanan bagi janin. Nah, berharap banyak itu lah yang didengungkan orangtua pada budaya mengubur ari-ari.

Sesuai dengan mitos, budaya dan filosofinya, tata cara perlakuan ari-ari juga berbeda dari satu daerah ke daerah yang lainnya. Tak heran, ada tradisi yang memerlakukan secara khusus sesuai adat istiadat mereka masing-masing. Antara lain:

Mitos orang Jawa

Menguburkan ari-ari dalam tanah dengan harapan agar si anak dekat dengan keluarganya, merasa hangat dan tentram dalam keluarganya. Selalu berkumpul walau dalam keadaan apapun juga. Mangan ora mangan, asal ngumpul.

Mitos orang Medan, Minang (Padang), Cina, Wajo, Bugis, Makassar

Melarung ari-ari ke laut, agar si anak mobilitasnya tinggi dan dapat merantau kemana-mana dan dapat menguasai alam raya ini.

Mitos orang Tengger

Digantung dengan kendil di depan rumah, agar si anak tidak jauh dari tanah kelahirannya. 

Mitos orang Bone

Mengubur ari-ari di bawah pohon kelapa. Harapannya agar kelak memiliki martabat tinggi sekaligus memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Potongan plasenta dan ari-ari dibungkus menyerupai bantal kecil sebesar jempol, di selipkan di pinggang sebagai pelindung bala atau marabahaya.


24 April 2009

7 CARA MAKSIMALKAN KECERDASAN ANAK

Setiap anak dilahirkan dengan segala karakter, sifat, dan kecerdasannya. Seperti apa semua bekal dari Tuhan itu akan berkembang di kemudian hari, tergantung pada stimulasi apa yang mereka terima selama tumbuh.

Para peneliti kecerdasan individu selalu melihat gambaran menyeluruh saat mengukur inteligensi anak-anak. Psikologis Howard Gardner's, penemu Multiple Intelligence Theory (Teori Kecerdasan Ganda) menguatkan fakta bahwa banyak perbedaan dalam cara seorang anak menjadi cerdas. Merunut pada sebuah pertanyaan, "Sepintar apa anak ini?", sebuah pertanyaan yang baik akan berbunyi, "Bagaimana anak ini bisa pintar?".

Selama tumbuh kembangnya, anak-anak belajar bagaimana bisa hidup bersama orang lain dan menemukan kebutuhan sendiri. Hal tersebut memberi kontribusi pada perkembangan kecerdasan mereka.

Multiple Intelligence Theory

Menurut Multiple Intelligence Theory, masing-masing kita memiliki tujuh kecerdasan atau cara untuk menjadi cerdas. Beberapa dari kita sangat piawai dalam ketrampilan tangan, lainnya bagus dalam membuat irama musik, atau mendendangkan lagu. Masing-masing tipe kecerdasan menjadi modal kita untuk memberikan sesuatu pada dunia. Apa yang menjadikan unik adalah cara kita mengekspresikan kecerdasan tersebut dalam kehidupan.

Berdasarkan teori tersebut, kita dapat membantu anak-anak meningkatkan kekuatan individunya. Tapi jangan terburu-buru melabeli seorang anak usia prasekolah nantinya akan menjadi seorang akuntan, artis, atau atlet, tanpa memberinya kesempatan mengeksplorasi dunia, bekerja dengan keterampilannya, dan membangun kemampuan diri.

Bayangkan seseorang yang tengah tumbuh tapi tidak dapat melakukan apapun selain menulis puisi, atau memecahkan masalah aljabar. Tentu membosankan. Untuk melakukan aktivitas sehari-hari seperti mengemudikan mobil atau mempraktikkan sebuah resep, seseorang harus cerdas dengan cara lain. Pada dasarnya, kita adalah manusia cerdas dengan ketujuh kecerdasan tersebut.

Berikut trik bagaimana memaksimalkan multiple intelligences, seperti diungkapkan Health24:

Word smart

Profesi jurnalis, pengacara, dan pendongeng punya kemampuan apa yang disebut Gardner sebagai kecerdasan bahasa. Orang-orang dengan kecerdasan ini sangat baik dalam menggunakan kemampuan menulis dan bicara saat berkomunikasi.

Logic smart

Orang dengan kecerdasan logical-mathematical sangat baik dalam berargumen, dan berpikir logis atas sebab-akibat. Peneliti, akuntan, dan programmer komputer secara umum memiliki kemampuan ini.

Picture smart

Dikenal pula sebagai spatial intelligence, yakni orang-orang mudah memvisualisasikan atau mengambar sesuatu secara akurat.

Music smart

Kecerdasan musikal adalah kecerdasan bermusik dan bernyanyi. Orang-orang dengan kecerdasan ini sangat menguasai melodi.

Body smart

Individu dengan bodily-kinesthetic intelligence sangat mudah mengendalikan pergerakan tubuhnya. Tidak hanya pada olahraga luar ruangan, tapi juga pekerjaan seperti menjahit dan bertukang.

Person smart

Beberapa orang memiliki kemampuan merespons dan memahami orang lain. Kecerdasan ini adalah sebuah anugerah di mana ia bisa dengan mudah melihat sesuatu dari perspektif lain.

Self smart

Orang-orang dengan kecerdasan ini cenderung lebih bersahaja dan bisa dengan mudah "memasuki" perasaan mereka lewat instropeksi dan meditasi.

Dengan mengeksplorasi semua kecerdasan tersebut, anak-anak akan menjadi individu yang lebih komprehensif dan bisa sukses di banyak aspek kehidupannya. Kita, terutama orangtua harus melihat perbedaan tersebut sebagai sebagai kekuatan diri setiap anak.

Beberapa anak memberi respons lebih pada kata-kata, sementara anak lainnya dengan musik, dan banyak hal lain. Intinya, biarkanlah anak-anak mengekspresikan diri. Jika mereka diberi kesempatan belajar dan meningkatkan diri di wilayah kehidupan yang mereka pilih, mereka tidak hanya akan menjadi kuat, tapi juga tumbuh menjadi pribadi cerdas di banyak cara dibanding lainnya.

WARNA BURUK CERITA PERNIKAHAN

Hidup bisa menyulitkan, begitupun hubungan. Hidup bersama seseorang dari pagi hingga malam hari sampai Anda meninggal nanti, sesekali akan memicu terjadinya pertengkaran.

Cinta dalam biduk rumah tangga akan penuh dengan cerita; sedih, marah, bahagia, kesal, dan banyak cerita lainnya. Komitmen awal pernikahan akan semakin teruji sejalan dengan berbagai cerita yang mengalir.

Satu hal paling mendasar dalam sebuah pernikahan adalah saling menghargai dan menghormati antara Anda dan pasangan. Seperti dikutip dari Health24, beberapa hal berikut sepatutnya tidak Anda lakukan pada pasangan untuk menjaga warna cinta tetap indah.

Semua diputuskan sendiri

Terkadang, ada beberapa hal yang harus Anda putuskan sendiri. Tapi jika Anda tidak meminta pendapat pasangan padahal hasilnya akan berdampak pada Anda berdua, jangan kaget jika dia tak ingin berbagi apapun tentang dirinya. Hal-hal yang bisa Anda bagi bersamanya seperti membeli dan menjual rumah, menerima kehadiran anggota baru, memperkerjakan pembantu rumah tangga, memilih sekolah untuk anak-anak, dan sebagainya.

Jadi pribadi yang kasar

Kekerasan di sini termasuk kekerasan verbal, kekerasan seksual, dan kekerasan fisik. Cemburu dan posesif adalah bentuk kekerasan perilaku. Adalah juga kekerasan jika Anda menghina pasangan di depan anak-anak dan depan orang lain. Jika Anda berbuat kasar atau kekerasan-apapun bentuknya-terhadap pasangan, jelas bahwa Anda memiliki masalah kepribadian yang berat dan belum terselesaikan. Kekerasan mampu mengurangi gairah dan semangat pernikahan. Faktanya, tidak ada seorang pun bisa bertahan diperlakukan seperti ini. Hal ini juga berakibat sangat buruk pada anak-anak karena mereka harus menjadi saksi atas kekerasan yang Anda lakukan. Dampaknya tidak berhenti sampai pada anak karena bukan tidak mungkin dia akan menirunya pada cucu Anda kelak.

Menunggu lama

Jika terpaksa datang telat, telponlah pasangan Anda. Tak ada alasan lupa mengabarinya di zaman serbamodern, di mana teknologi komunikasi sudah demikian mudah diakses. Jika Anda janji pukul 07.00 WIB, sementara Anda tiba pukul 07.45 WIB, jangan kaget jika Anda mendapatinya tengah menekuk bibir. Bayangkan, dia telah menghabiskan 45 menit untuk memikirkan hal buruk tentang Anda. Terlambat menunjukkan kurang hormatnya Anda pada orang lain.

Aksi bungkam mulut

Saat marah, lebih baik jika Anda diam. Namun, mendiamkan pasangan sepanjang hari tentu bukan solusi tepat dan Anda justru menumpuk masalah. Buatlah sebuah tulisan berisi keluhan-keluhan Anda kepada pasangan yang selama ini tak pernah dia sadari, atau bahkan tak pernah didengarkannya. Tapi, jangan lakukan aksi tutup mulut.

Merendahkan kekuasaan

Terkadang, ada beberapa nilai antara Anda dan pasangan yang tak sejalan. Hal yang wajar, tapi pastikan Anda tak menunjukkannya di depan anak-anak. Sepakati hal-hal yang mendasar untuk mereka ketahui dan tiru jika tak ingin anak-anak menilai Anda tidak kompak. Atau lebih parah lagi, tidak ada satu pun di antara ucapan dan arahan Anda berdua yang dipatuhinya karena dia bingung, perkataan siapa yang harus dituruti. Usahakan untuk tetap sejalan dan kompak di hadapan anak-anak.

Egois dalam pekerjaan

Segala hal di rumah bisa Anda lakukan berdua. Tenaga Anda tidak akan habis untuk membantu istri mencuci piring, dia pun akan sukarela membantu Anda di kebun. Anda tidak akan menerima bantuan, jika Anda tidak memberikannya. Jika Anda dan pasangan adalah pekerja penuh waktu, maka pekerjaan rumah harus dibagi bersama.

AJARI ANAK BIJAK BELANJA

Sesekali tak ada salahnya mengajak si buah hati berbelanja ke supermarket. Mengajarkan si kecil berbelanja ternyata bisa membuatnya menghargai uang.

Berbelanja tidak hanya menyenangkan bagi orang dewasa. Anak kecil juga menyukai kegiatan ini. Bedanya orang dewasa cenderung bisa menguasai diri saat membeli barang yang diinginkan. Sementara sang buah hati susah mengendalikan keinginan ketika ingin membeli sesuatu.

Barang yang menarik hatinya membuat anak-anak sangat ingin membelinya. Ujungnya ia pun merengek terus untuk dibelikan. Tak peduli berapa pun harganya.Yang penting harus beli. Malah tak jarang si anak menangis merontaronta bila keinginannya tak dipenuhi.

Jika si anak merengek ataupun menangis histeris di tengah keramaian, tentu menjadi sesuatu yang sangat tidak nyaman bagi orang tua. Kejadian inilah yang lantas membuat para orang tua memilih untuk tidak mengajak anaknya untuk berbelanja. Padahal tidak sepenuhnya keputusan itu benar. Pasalnya belanja bisa menjadi kegiatan menyenangkan untuk mendidik anak menghargai uang.

Dengan mengajarkan bagaimana berbelanja yang baik pada anak, anak-anak tidak hanya diajarkan untuk mengambil keputusan yang bijak, tentang benda-benda yang ingin mereka beli. Mereka harus dibiasakan pula untuk merasakan sulitnya memperoleh apa yang mereka inginkan. Oleh karena itu, pemberian uang saku, bisa menjadi alat bantu yang baik dalam membiasakan anak-anak untuk mengambil keputusan bijak mengenai uang dan benda-benda apa saja yang ingin mereka miliki.

Uang saku, sebenarnya sudah boleh diberikan kepada anak, ketika anak-anak telah memiliki kegiatan rutin di luar rumah, misalnya ke sekolah ataupun ke tempat kursus. Namun, batasi pemberian uang saku, jika habis sebelum waktu yang ditetapkan, orang tua harus tegas dengan tidak memberikan uang saku tambahan. Karena uang saku tambahan hanya akan memanjakan anak, dan mengajarkan mereka untuk boros dan terbiasa menghambur-hamburkan uang.

"Jika telah diberi uang saku per minggu misalnya, namun anak masih saja merengek ketika berada di toko, berkomunikasilah dengan anak-anak dengan jujur mengenai keuangan keluarga karena hal ini akan sangat baik apabila ingin mengajarkan anak untuk berbelanja," kata psikolog anak dari Universitas Indonesia (UI) Dr Rudi Wijaya.

Lebih lanjut ditambahkan ayah dari dua orang putri tersebut,pada awalnya mengajak anak-anak ke mal ataupun supermarket akan terasa sulit karena anak-anak cenderung ingin memiliki benda-benda menarik yang baru mereka lihat. "Ada baiknya mengingatkan anak, jika mengajak mereka berbelanja untuk tidak membelanjakan uang saku mereka sembarangan karena tidak akan ditambah. Itu biasanya cukup efektif dilakukan," sebut pria yang biasa disapa dengan nama Wijaya tersebut.

Cara mengajarkan anak untuk berbelanja barang-barang yang tepat bagi kebutuhannya juga bisa dilakukan di rumah. Misalnya dengan cara memberikan permainan mengenai penjaga toko. Biarkan anak menjadi penjaga toko dan membubuhi harga untuk barang-barang yang akan dijual dengan menggunakan kertas berwarna.

Sebagai orang tua, Anda berpura-pura menjadi pembeli dan membeli barang yang telah dibubuhi harga dengan uang kertas mainan. Hal ini bisa melatih anak untuk mengerti sulitnya mencari uang.

"Permainan penjual dan pembeli sangat efektif bagi anak-anak untuk belajar bagaimana berbelanja yang baik. Dalam permainan ada baiknya sang ibu yang bertindak sebagai pembeli, berusaha menawar harga yang dipatok buah hati serendah mungkin, karena itu bisa menunjukkan sikap anak," katanya.

Selain berlatih menjadi penjual, dengan penawaran harga barang yang sangat rendah, biasanya anak akan mengerti bagaimana sulitnya mencari uang atau mengumpulkannya. "Berikan pula arahan pada anak untuk memilih benda yang penting dan paling disukai dari begitu banyak benda-benda di etalase toko," ungkap Wijaya.

Senada dengan Wijaya, ibu dengan dua putra, Widie Kumala (35) mengaku cukup sulit mengajarkan anak untuk berbelanja. Butuh ketelatenan dan bimbingan dari orang tua. "Di rumah kita menyediakan celengan, itu untuk melatih anak agar mau menyisihkan uang yang dimilikinya usai berbelanja," kata dia.

05 November 2008

KIAT ATASI MASALAH MENYUSUI

Proses menyusui tidak selamanya berjalan mulus. Bisa timbul masalah dari payudara ibu maupun si kecil. Berikut ini beberapa masalah atau gangguan yang kerap terjadi. 

Simak solusinya:

Payudara membengkak

Kondisi ini sering terjadi 2-3 hari setelah melahirkan, dikarenakan meningkatnya aliran darah ke payudara dan mulainya produksi ASI. Bengkaknya payudara dapat membuat puting susu menjadi rata, sehingga bayi sulit menyusu. Gangguan akan berkurang dalam waktu 24-48 jam, namun bisa makin menjadi bila Anda jarang menyusui. 

Sering-seringlah menyusui sampai payudara betul-betul kosong. Jangan memakai bra yang ketat, kompres payudara, pijat-pijat payudara sebelum menyusui.

Payudara meradang 

Gangguan ini disebut juga mastitis. Gejalanya payudara membengkak, agak kemerahan, ibu mengalami demam dan merasa sangat lelah. Umumnya terjadi 2-6 minggu setelah melahirkan akibat adanya infeksi bakteri serta pemakaian bra yang terlalu ketat. 

Kompres payudara dengan air hangat dan susui si kecil sesering mungkin. Bila radang cukup parah dan muncul nanah, segera berobat ke dokter. 

Puting susu nyeri

Hal ini terjadi karena posisi mulut bayi tidak pas saat menyusu. Bila tidak terlalu nyeri, tetaplah terus menyusui si kecil. Penyebab lainnya adalah cara yang salah saat melepaskan mulut bayi dari isapan, atau disebabkan infeksi.

Supaya rasa nyeri berkurang, oleskan sedikit ASI pada puting susu dan sekitarnya. Bisa juga dengan mengompres payudara dengan air hangat sebelum menyusui. Setelah menyusui, oleskan kembali ASI pada payudara, lalu biarkan kering sendiri. Selain itu, agar puting susu tetap kering, pilihlah bra dengan bahan menyerap keringat seperti katun, dan sering-seringlah mengganti bra.

Si kecil menyusu pada satu sisi saja

Anggapan bahwa sisi payudara yang satu terasa manis, sementara sisi yang lain tawar tidaklah benar. Ada pula yang mengatakan payudara kanan mengandung makanan dan yang kiri minuman. Padahal komposisi kandungannya tentulah sama. 

Sebaiknya ibu mencari tahu mengapa si kecil hanya senang menyusu pada satu sisi saja. Mungkin si kecil baru pandai mengisap salah satu puting saja, karena puting tersebut lebih lembut. Payudara yang sudah terbiasa diisap memiliki tekstur yang lebih lembut dan kenyal. Sehingga ketika diberi payudara sisi yang lain, ia merasa asing dan sulit mengisapnya. 

Yang sering tak terpikirkan adalah kebiasaan posisi ibu saat menggendong bayi. Misalnya ibu sudah merasa lebih nyaman memberi sisi kiri ketimbang kanan, sehingga saat memberi sisi kanan, ibu merasa tegang. Akibatnya, bayi pun menyesuaikannya, dan menjadi kebiasaan.

Ketika memberikan ASI, ibu harus santai dan posisi menyusui harus benar. Nyaman tidaknya bayi dipengaruhi posisi areola di mulut, posisi yang tepat adalah seluruh areola berada di dalam mulut bayi. Posisi yang pas membuat produksi ASI melimpah. 

Kemudian cobalah pindah-pindahkan posisi menggendong bayi, sehingga semua posisi terasa nyaman bagi Anda berdua. Yang terpenting bagi ibu adalah berfikir positif, melimpahkan kasih sayang dan yakin ASI adalah terbaik untuk bayi, yang akan membantu refleks oksitoksin (hormon penghasil ASI) bekerja, dan ASI mengalir dengan lancar.

6 PENYEBAB BAYI REWEL

MENJELANG tidur, sering kali tangisan bayi tak dapat dihindari. Rasa sedih, panik, bingung pasti dialami sang ibu, apalagi jika dia baru pertama kali memiliki momongan. 

Memang, menangis adalah respons paling primitif yang akan dilakukan bayi terhadap lingkungan barunya. Ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui sebab-sebab si kecil menjadi rewel saat jelang tidurnya.

Lapar 
Jika bayi Anda merasa lapar, dia akan membuka dan menutup mulutnya (mengecap) atau mulai menghisap jemarinya.

Lelah
Jika Anda melihat si kecil mulai diam dan terlihat bosan dengan mainannya, ia sering kali mengusap mata, atau menguap berulang kali. Mungkin ini juga pertanda sudah waktunya untuk tidur siang.

Bosan 
Rasa bosan dan tidak nyaman sering kali dialami si kecil. Tak heran, jika dia mendadak menangis dengan suara melengking, bahkan diikuti suara raungan dan jeda untuk diam sesaat. 

Belum lagi jika Anda berlama-lama berbicara dengan sahabat Anda melalui telepon, wah, bisa-bisa si kecil akan memancing perhatian Anda dengan cara menangis sekeras-kerasnya. Jika hal itu terjadi, segeralah bermain dengannya atau cukup sentuh dirinya sebagai tanda bahwa Anda ada di sampingnya. 

Kesepian 
Jika bayi tertidur di gendongan Anda dan terbangun sambil menangis ketika Anda meletakkannya di kasur bayi, jangan panik. Bisa saja itu terjadi karena dia merasa bingung dan takut ditinggal sendirian. Atau, itu merupakan cara untuk mengatakan bahwa dia tak ingin lepas dari gendongan dan hangatnya pelukan Anda.

Terlalu banyak stimulasi 
Siapa yang tak senang melihat bayi lucu nan "montok". Bisa dipastikan banyak orang yang akan berusaha untuk mencuri perhatiannya atau sekadar mencubit pipinya. Tak ayal, bayi Anda akan bingung menghadapi itu semua. Tak pelak, si kecil akan menutup matanya atau memalingkan muka kemudian menangis. Itu artinya, dia butuh sedikit ketenangan.

Kolik 
Jika bayi Anda menangis selama tiga jam atau lebih setiap hari selama satu minggu, ia akan mengalami kolik. Meskipun para ahli masih belum dapat menemukan penyebab pastinya, kebanyakan dokter anak percaya bahwa kolik disebabkan oleh reflux, angin di perut, atau masalah pencernaan lainnya. Kolik umumnya terjadi saat anak berusia 3 sampai 6 minggu dan berakhir saat ia menginjak usia 3 bulan.

6 KIAT MENINABOBOKAN SI KECIL

Apa pun penyebab tangis bayi, kita tentu terdorong untuk menenangkannya. Ada banyak cara untuk membuainya kembali agar tertidur pulas. Yang pasti, ia terasa tak segera bisa tidur jika hati kita gelisah. Karena itu, tenangkan diri dulu sebelum berusaha menidurkan buah hati kita.

1. Lakukan segala sesuatu terhadap bayi Anda secara konsisten. Misalnya, ucapkan kata pengantar tidur dan berikan ciuman setelah meletakkannya di tempat tidur. Anak merasa diperhatikan dan dicintai. Jika rasa amannya telah tumbuh dia akan tidur dengan sendirinya. Atau yakinkan si kecil bahwa Anda selalu berada di dekatnya dan mintalah dia untuk tidur. 

2. Biasakan bayi Anda untuk tidur pada waktu yang relatif sama. Begitu pula dengan ritual makan, mandi dan kegiatan lainnya. 

3. Biasakan bayi Anda tidur di tempat tidur, bila perlu di boks bayi. Atur suasana kamar sehingga nyaman untuk tidur, seperti tata cahaya, ventilasi udara, tata ruang kamar, suhu ruangan dan keadaan boks atau tempat tidur itu sendiri. Hindari suara bising yang membuatnya terjaga. Dengan menempatkan bayi di boks bayi, dia akan belajar bagaimana tidur tanpa bantuan Anda. 

4. Bila perlu, Anda mendongeng agar bayi tertidur lelap. Pilihlah buku dongeng yang lucu, menarik dan singkat ceritanya. Bacakan secara lembut dan berulang-ulang. Ketertarikan bayi terhadap dongeng tersebut, bergantung pada kemampuan orangtua mendongeng. 

5. Perdengarkan musik yang lembut. Musik indah akan membuai bayi dengan cepat. Apalagi jika ia telah terbiasa mendengarkan musik ketika masih dalam kandungan ibu. Musik juga memberikan efek terapi yang dapat merangsang perkembangan otak bayi. 

6. Suara lembut Anda juga membuainya tidur. Bersenandunglah untuknya dengan suara lembut, sembari mengucapkan kata-kata penuh rasa sayang. Ulangi kata-kata tersebut saat meletakkan bayi di tempat tidurnya. Si kecil akan tidur pulas dengan tenang.


04 November 2008

6 JENIS TANGISAN BAYI

Setiap kali seorang bayi menangis, hampir dapat dipastikan sang bunda akan menyorongkan payudaranya atau segera menggendong bayinya. Tapi, ketika dua hal itu sudah dilakukan, dan si mungil masih saja menangis, barulah Anda bingung. Kalau saja bunda tahu arti tangisan itu, tak perlu bingung lagi, kan?

Tangisan merupakan alat komunikasi pertama yang dikuasai bayi. Lewat tangisan, bayi mengutarakan keinginan dan kebutuhannya secara efektif. Tak heran, bayi menghabiskan banyak waktu untuk aktivitas ini.

Dalam buku "Your Child's Body Language", Dr Richard Woolfson menjelaskan bahwa tangisan bayi mempunyai arti berbeda-beda. Setiap jenis tangisan mengomunikasikan pesan tersendiri untuk ayah-ibunya. Di bawah ini beberapa contoh tangisan bayi dan cara mengatasinya.

Tangisan "Aku Ingin Menyusu!"

Bayi Anda akan mulai menangis jika lapar. Tangisannya akan berulang-ulang. Pertama, ia menangis lalu berhenti sejenak untuk mengambil napas, menangis lagi, berhenti sejenak untuk mengambil nafas, demikian seterusnya.

Susui bayi hingga kenyang. Atau, jangan-jangan memang sudah waktunya makan?

Tangisan "Popokku Kotor!"

Bayi lebih suka popoknya bersih dan kering. Jika popoknya basah ia akan menangis karena merasa tidak berada dalam keadaan yang nyaman. Tangisan "pengumuman popokku kotor" biasanya perlahan, kemudian makin keras dan makin keras. Anda juga bisa memperhatikan bahwa ia bergeliut-geliut di tempat tidurnya.

Segera periksa popoknya, ia barangkali memerlukan popok baru.

Tangisan "Badanku Sakit!"

Semua bayi menangis jika ia merasa sakit. Tangisan jenis ini adalah tangisan bernada tinggi, hampir seperti jeritan, kemudian ia terengah-engah pada saat menarik nafas, lalu menjerit lagi.

Cobalah temukan apa yang membuatnya kesakitan. Pegang perutnya, jangan-jangan kejang. Goyang-goyang tangan, kaki atau leher dan kepalanya. Jika ia menjerit lebih keras ketika menggoyang bagian tertentu, mungkin ada yang sakit karena terjatuh tanpa sepengetahuan Anda. Kompreslah bagian yang sakit dengan air hangat.

Tangisan "Aku Bosan!"

Bayi selalu memerlukan stimulasi dan akan timbul bosan jika ia tidak memperolehnya, atau bahkan bosan dengan satu aktivitas saja. Tangisan jenis ini dirancang untuk mendapat perhatian Anda. Makanya, tangisan ini lebih mirip teriakan ketimbang tangisan. Dan, ia akan tetap menangis seperti ini selama ia merasa bosan.

Ganti aktivitasnya. Misalnya temani bayi bermain, menyenandungkan nyanyian, membacakan cerita atau bisa juga ajak jalan-jalan.

Tangisan Minta Gendong

Bayi Anda akan menjadi cengeng jika lelah, walaupun ia mungkin tidak ingin tidur. Ia akan merengek dengan menjengkelkan. Kepalanya mungkin terangguk-angguk untuk beberapa detik, dan mungkin Anda melihat bahwa ia menggosok-gosokkan tangannya pada mata serta wajahnya.

Ayunlah ia perlahan-lahan sampai akhirnya tertidur lelap.

Tangisan Kesepian

Bayi Anda senang bergaul. Ia ingin Anda selalu berada di sisinya. Jika merasa kesepian, tangisannya akan terdengar menyedihkan. Seakan ia tengah sedih atau marah.

Luangkan waktu bersamanya paling tidak sampai ia tenang. Jika Anda perlu menyelesaikan sesuatu, gendonglah ia sampai tenang, kemudian lanjutkan pekerjaan Anda bersamanya di sisi Anda.